Senin, 08 Februari 2010

pengajian sastra #14

MEMBAHAS PUISI KARYA : M. REZA PAHLEVI,EMA NUR ARIFAH,DAVE SKY, DONY P HERYANTO
PEMBAHAS : HERRI MAJA KELANA

MINGGU, 14 PEBRUARI 2010
PUKUL 13.00 WIB SAMPAI SELESAI
DI
GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN NOMOR 5 BANDUNG

BAGI SIAPAPUN YANG INGIN MEMBACA PUISI, SILAHKAN DATANG TEPAT WAKTU.
SEKALI LAGI, SIAPAPUN

DATANGLAH..GRATISSS!!

sumberL Fb majelis sastra Bandung

Info buku kelinci

Informasi kepada rekan-rekan yang menunggu buku KELINCI (Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu ) sekarang sudah dicetak ulang lagi. Demikian juga dengan Buku TERNAK UANG BERSAMA KELINCI (Panduan Investasi, Bisnis, Marketing dan Pemberdayaan Kelinci).

Bagi yang membutuhkan bisa menghubungi beberapa alamat berikut ini:

1. Distributor Nuansa Cendekia (sdr Hasyim) 0818638038/022-76883000. nuansa.market@gmail.com. Komp.Sukup Baru 23 Ujungberung Bandung-40619. Transfer melalui Rekening BCA Ujung Berung 2833001833.A/n Taufan Hidayat.

2. Bagi yang berada di Yogyakarta bisa hubungi Gedong Pustaka (depan Koperasi Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta). Hubungi Bapak Lutfi. Hp: 0819-3117-8790.

3. Klaten dan sekitarnya bisa hubungi Bapak Mutazim Fakkih. Hp 0818930092.

4. Bandung Hubungi Asep Sutisna (peternakan Asep Rabbit) Lembang. Hp 0817217784

5. atau juga bisa dibeli di beberapa took buku gramedia, togamas, gunung agung dll. Tetapi jika tidak ada, kemungkinan besar habis. Untuk kepastiannya sebaiknya hubungi distributor nuansa cendekia.

Info tentang kedua buku tersebut bisa dilihat di
http: http://nuansabuku.blogspot.com/2009/07/panduan-bisnis-investasi-dan-marketing_09.html
http://nuansabuku.blogspot.com/2009/05/buku-kiat-beternak-kelinci.html

MUSAHABAH CINTA

oleh: Enggar Faudian

“Cinta”. Perkataan yang biasa kita dengar dan ungkapkan. Setiap manusia yang berpeluang hidup di muka bumi ini pasti mengalami perasaan cinta. Manusia memang dilahirkan secara fitrahnya mempunyai perasaan cinta.

Seorang ibu sanggup berkorban nyawa untuk anaknya kerana cintanya kepada anak. Seorang bapak sanggup berkorban harta dan tenaga kerana perasaan cintanya kepada keluarga. Seorang penuntut sanggup mengarungi susah dan payah kerana cintanya kepada ilmu. Seorang perwira sanggup berkorban jiwa kerana cintanya kepada tanah air. Seorang hartawan sanggup berkorban masa dan maruah kerana cintanya kepada harta. Dan seorang pencinta kononnya sanggup merentasi lautan berapi lantaran cintanya kepada kekasihnya. Secara dasarnya, kita sanggup berbuat apa sahaja kerana ingin menjaga dan mengejar cinta.

Itulah cinta. Ia fitrah. Dan ia juga boleh menjadi fitnah. Ia boleh menjadikan seseorang mulia atau hina. Ia bisa mengubah manusia menjadi lebih baik di sisi Tuhan dan manusia. Dan ia bisa juga menjatuhkan nilai seseorang dari sudut pandangan Tuhan dan manusia.
Sudah lama kita menjalani kehidupan ini. Dan sudah banyak kali perkataan ‘cinta’ kita ungkapkan dan luahkan. Di kesempatan yang terbatas ini, marilah kita bermuhasabah. Muhasabah tentang cinta. Mudah-mudahan muhasabah ini bisa menyadarkan kita semua akan di mana letak duduknya rasa cinta kita? Di tempat yang sepatutnyakah? Atau sudah tersasarkah cinta kita selama ini?

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Ada pun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah...” (Surah ke-2, Al-Baqarah: ayat ke-165)

Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Surah ke-9, at-Taubah: ayat ke-24)

Cukuplah dengan 2 ayat Al-Quran di atas bagi kita mula bermuhasabah. Jika selama ini kita telah meletakkan cinta dan perhatian kepada makhluk, nah mulai hari ini marilah kita letakkan semula rasa cinta dan kasih itu di tempat yang sepatutnya. Menyadari bahwa meletakkan cinta kepada ALLAH mengatasi segala-galanya, kita mesti membuktikan rasa cinta itu. Tidak cukup dengan hanya kalimah “aku cintakan ALLAH” atau “ALLAH adalah segala-galanya buatku” atau seumpama dengannya. Ia mesti dibuktikan! ALLAH subhanahu wata’ala telah berfirman di dalam Al-Quran tentang pembuktian cinta kepada ALLAH adalah dengan mengikuti segala suruhan dan perintah yang disampaikan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam:

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah ke-3, ali-Imran: ayat ke-31)

Justru, bagi merealisasikan rasa cinta kepada ALLAH, kita juga mesti meletakkan rasa patuh dan cinta kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Al-hubb (cinta) dan al-ittiba’ (ikut) Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam adalah suatu yang dituntut agama.

Sudah banyak rasa kecewa menyinggahi jiwa kita. Sudah tidak terkira kita rasa sedih apabila orang yang kita cintai membuat sesuatu yang tidak kita sukai. Sudah acap kali kita didatangi keresahan apabila harta yang kita cintai hilang atau berubah hak milik. Ya, cinta kepada makhluk pasti mengundang kekecewaan.

Sekiranya cinta dan kasih diletakkan kepada Allah melebihi rasa cinta kita kepada makhluk-NYA, nescaya kita tidak akan didatangi kecewa. Sedih yang melanda akan segera terubat apabila cinta kepada Allah menguasai jiwa. Malah, jiwa akan hidup dalam ketenangan dan kemanisan iman akan mula menyerap ke dalam jiwa. Hadis riwayat Anas radhiallahu ‘anhu, dia berkata bahawa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (Shahih Muslim No.60)

buatlah keputusan dengan kata hati...
nikmatilah kehidupan dengan rasa syukur...
hadapilah persoalan dengan keikhlasan ...
jadikan kejujuran dan kesabaran sebagai pegangan untuk berpijak...
lewati hari dengan senyum terindah...
tak ada yang abadi semua hanyalah ilusi... tak ada yang sempurna
jadikanlah apa adanya diri kita...

Semoga tulisan yang ringkas ini bisa mencetus rasa ingin memperbaiki rasa cinta kepada-NYA. Mudah-mudahn kita semua tergolong di dalam kumpulan manusia yang meletakkan dambaan cinta dan redha ALLAH sebagai yang utama, amin… WAllahu A’lam.

Sabtu, 06 Februari 2010

Tentramkan hati dengan sujud

Oleh: Enggar Faudian

Nikmatilah sujud itu,
dan kita akan tenggelam
dalam keajaibannya di hadapan Allah.
Sujud untuk-Nya sepanjang masa.
Selagi masih ada langit dan bumi.
Sujudlah pada Allah sepenuh hati!
Karena, Dia telah mencintai kita sepenuh langit dan bumi.

Gelombang cobaan dan ujian datang silih berganti dalam hidup kita ini. Kita semakin merasa lemah, tidak berdaya di hadapan Ke-Mahakuasaan Allah SWT. Kita memiliki keterbatasan dalam segala hal. Kita merindukan dukungan yamg Maha Kuat (Al-Qawiyyu). Perasaan lemah kita di hadapan Allah menjadikan kita istimewa di sisi-Nya.
Apalagi di saat badai ujian dan cobaan menerpa. Ia datang bergulung-gulung ibarat ombak. Kemiskinan, kegagalan dalam berdagang, kegagalan dalam meraih cita-cita, kegagalan dalam mendapatkan pasangan hidup, kegagalan dalam membina rumah tangga, ketidakmampuan untuk menjalin hubungan sosial, kegagalan dalam memimpin, kegagalan dalam memberikan nafkah keluarga, ketidakberdayaan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, dan lain sebagainya.
Kembalilah kepada Allah. Bersujud di hadapan-Nya. Tunduk dan pasrah akan takdir dan kehendak-Nya. Sepenuh hati, sepenuh jiwa. Tak ada serpihan keraguan yang menempel dalam relung hati ini. Bahwa Allah Maha Berkuasa dan Maha Bijaksana untuk mengubah keadaan apa pun yang menimpa hamba-Nya.
"Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah" (Adz-Dzariyat:50)

Jumat, 05 Februari 2010

HIKMAH DI BALIK UJIAN

oleh: Enggar Faudian

assalamualaikum....

(Persembahan untuk saudara-saudara terbaikku yang mungkin sedang menjalani ujian terbesar dalam hidupnya)

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau,
sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yg
bertakwa.Tidakkah kamu mengerti?”
(al-Anam :32).

Saudaraku, Allah SWT menciptakan manusia untuk menjalani ujian demi ujian. Tidak ada masa yang berlalu melainkan ujian selalu menyertainya. Susah, sedih, tawa, gembira serta tangis silih berganti mewarnai hidup kita. Tanpa terasa, usia pun terus bertambah. Semua manusia hidup dalam hitungan mundur menuju akhiratnya. Saudaraku, sebesar apa pun ujianmu saat ini, ketahuilah Allah Maha Adil dan Pengasih kepada hamba-Nya.
Dia Maha Mengetahui seberapa banyak airmata yang telah kau alirkan, seberapa banyak kata telah kau rangkai dalam doa, seberapa gigih usaha yang telah kau lakukan, juga seberapa banyak energi, waktu, harta dan jiwa telah kau korbankan untuk meraih apa yang kau inginkan. Namun, terkadang kita melihat beragam peristiwa hanya dari saat terjadinya, kadang kita tidak menyadari hikmah dan manfaat jangka panjang dari semua peristiwa yang kita alami. Saudaraku, Allah-lah yang Maha Mengetahui apa yg terbaik untuk kita di masa lalu, kini dan sekarang. Tidak masalah seberapa besar kesulitan yang dihadapi, Insyaallah akan datang suatu masa di mana kemudahan akan datang dan Allah SWT memberikan pahala atas kesabaranmu dalam menapaki ujian kehidupan. Saudaraku, yakinlah bahwa :

“Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, dan sesungguhnya
setelah kesulitan ada kemudahan”
(Al Insyirah: 5-6 ).

Allah telah menyatakan dalam al-qur’an :

“Dan sungguh akan kami beri cobaan kepadamu dengan sedikit
ketakutan,kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang
apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Innalillahi wa inna Ilahi
rojiun
’ mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat
dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”
(Al Baqarah: 155-157)

Saudaraku rahasia di balik ujian adalah takdir, segala yang terjadi adalah kehendak Allah yang terbaik untuk hamba-Nya. Keengganan menerima takdir akan menjadikan manusia yang jauh dari agama merasa putus asa, gelisah, bahkan bunuh diri dan tidak punya harapan akan datangnya pertolongan Allah.

“Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin
Allah, dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan
memberikan petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu”
(At-Tagabun:11).
“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui
selain Dia. Dia mengetahui apa yg ada di darat dan di laut. Tidak ada
sehelai daun pun yang gugur yang tidak di ketahui-Nya. Tidak ada sebutir
biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau
kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (lauh Mahfuz)”
(Al-An’am: 59)

Saudaraku, kesulitan yang datang adalah sarana untuk memperbaiki akhlak, mendidik diri, memperkokoh keimanan, meningkatkan derajat ke surga dan juga sarana untuk mengevaluasi diri kita.

“Tidak ada rasa lelah, rasa sakit, stress, cemas, sedih atau cedera yang
dialami seorang muslim, bahkan tusukan duri sekalipun, melainkan Allah
akan menjadikannya sebagai penebus dosa-dosanya”
(HR.Muslim).

Hikmah lainnya adalah kesadaran akan nikmatnya ukhuwah yang berlandasan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT. Ketahuilah saudaraku, engkau tidak sendirian, selalu ada muslim yang lain di pelosok dunia ini yg Insyaallah akan selalu menolongmu, mendoakan yang terbaik untukmu, duniamu dan akhiratmu. Teruslah berjuang saudaraku, luruskan
niat dan bersabarlah dalam ujianmu. Yakinlah akan adanya kebaikan dan keindahan di dalamnya.

“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari
pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana
yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak pula
menyerah kepada musuh. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. Dan
tidak lain ucapan mereka hanyalah doa : ‘ Ya Tuhan kami, ampunilah
dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami dan
tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir’.
Maka Allah memberikan mereka pahala di dunia dan pahala yang terbaik
di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”
(Ali Imran: 146-148).


wassalamualaikun....

Dompet kemanusiaan

Levi Arta Mevia Ardianto, 7 bulan anak pasangan suami-istri Suhendro (29), dan Diana (22), warga Desa Brangkal Gg 8 RT 01 RW 03 Kecamatan Sooko, Mojokerto mengidap penyakit Hydrocephalus.

Di Jombang, Muhamad Relis, bocah berusia 5 bulan asal Dusun Sugih Waras, Desa Mojokrapyak, Kecamatan Tembelang sejak lahir mengalami kelainan anus. Hal itu menjadikan perutnya membesar. Selain itu, ia juga menderita kurang gizi dan belum bisa berbicara.

Dua anak manusia ini butuh perhatian lebih dari sesama. Radar Mojokerto mengetuk hati pembaca untuk ikut meringankan beban mereka. Diharapkan dengan uluran tangan dan sumbangan dari pembaca mampu mengurangi beban mereka. Sumbangan dapat disalurkan ke Radar Mojokerto Jln. RA Basuni 96, Jampirogo, Sooko, Mojokerto. Telepon 0321-322444 atau Biro Jombang Jln. KH. Wahid Hasyim 90 telepon 0321-875137 atau bisa melalui rekening BCA KCU Mojokerto a/n PT Mojokerto Intermedia Pers ac: 0501772444.


Sumber: Radar Mojokerto

mimbar teater indonesia 2010 : PUTU WIJAYA

REKAN-REKAN YTH,
mimbar mimbar indonesia 2010 yang akan diselenggarakan di
taman budaya surakarta (TBS) pada tanggal 4 - 10 OKTOBER
2010, menyelenggarakan pentas dan seminar dengan tema
lakon-lakon PUTU WIJAYA.
rapat terakhir panitia telah menyusun, sebagiannya, beberapa grup
yang akan menyajikan garapan mereka, sbb:
GRUP
01. komunitas payung hitam (, rachman sabur, bandung)
02. bali eksperimental teater (nanoq da kansas, jembrana, bali)
03. bengkel muda surabaya (zaenuri, surabaya)
04. (lungit (jarot budidarsono, solo)
05. masyarakat batu (zulkifly pagessa, palu, sulteng)
06. teater mandiri (putu wijaya, jakarta)
07. teater sakata (tya setywati, padang panjang, dalam konfirmasi)
MONOLOG:
01. noni sukmawati (padang)
02. luna vidya (makassar)
03. wawan sofwan (bandung)
04. seorang aktor dari solo (dalam proses pemilihan)
05. mungkin juga mas putu wijaya
06. whani darmawan (jogjakarta, dalam konfirmasi)
07. teater garasi (jogjakarta, dalam kofirmasi)
08. ikranegara (jakarta-berkeley, dalam konfirmasi)
09. teater amoeba (jakarta)
sementara itu, untuk seminar, pembicara:
01. afrizal malna (jogjakarta)
02. benny johannes (bandung)
03. aslan abidin (makassar)
04. bakdi soemanto (jogjakarta)
05. syubah asa (jakarta, dalam konfirmasi)
06. goenawan mohamad (jakarta, dalam konfirrmasi)
07. katrin bandel (jogjakarta)
08. sunaryono basuki (singaraja, dalam konfirmasi)
09. michael bodden (univ. of victoria, canada, dalam konfirmasi)
10. cobina gillitt (new york university, amerika, dalam konfirmasi)
11. ikranegara (jakarta-berkeley, dalam konfirmasi)
12. riantiarno (jakarta, dalam konfirmasi)
13. radhar panca dahana (jakarta, dalam konfirmasi)
demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan kepada anda. kami
berharapa jika anda mempunyai gagasan, jangan ragu untuk kontak
kepada kami.
juga perlu anda ketahui, sebenarnya, ada banyaak rekan-rekan kita,
grup maupun monolg yang ingin berpartisipasi, terlibat, dan kami
mencatat sekitar 4-5 grup yang menawarkan diri, dan 5-6 monolog.
tapi, karena keterbatasan waktu dan biaya, dengan berat hati kami
tidak bisa menampung. kami berharap kepada mereka untuk ikut
terlibat dalam bentuk lain, hadir dan memeriahkan mimbar teater ini,
sebagai langkah awal untuk membuat tradisi, yang semoga pada
tahun 2011, LAKON-LAKON ARIFIN C. NOER bisa kita garap
bersama.
terima kasih dan salam hangat,
halim hd. - 081 331 607 420,
e-mail: halimhade@yahoo.com
hanindawan - 081 2260 5369
lawu retno - 085 4744 3011
lawu retno - 081 7948 7221


Sumber: Facebook Majalah kidung